Mengapa Dislokasi Patella Terus Terjadi pada Gadis Remaja?
Mengapa dislokasi patella terus terjadi pada gadis remaja? Berikut ini faktor penyebab dan pengobatannya:
Dislokasi Patella terus terjadi pada gadis remaja karena kelompok usia yang paling sering terdampak, secara umum kondisi ini dipengaruhi oleh faktor anatomi dan gaya hidup aktif atau olahraga pada usia tersebut.
Faktor Penyebab (Predisposisi)
Kambuhnya Dislokasi
Dokter menjelaskan bahwa setelah kejadian pertama, 80% orang tidak akan mengalami kekambuhan. Namun, 20% sisanya berisiko tinggi karena faktor anatomi berikut:
• Trochlear Dysplasia: Bentuk alur tulang (trochlea) tempat tempurung lutut berada tidak berbentuk "V" yang dalam, melainkan datar atau menonjol, sehingga tempurung mudah bergeser.
• Kaki X (Genu Valgum): Penjajaran kaki yang menekuk ke dalam (knock knee) menciptakan gaya tarik ke arah luar pada tempurung lutut.
• Posisi Tibial Tuberosity: Tempat melekatnya tendon patella pada tulang kering terletak terlalu jauh ke arah luar.
• Rotasi Pinggul Berlebih: Individu yang pinggulnya berputar terlalu jauh ke luar (biasanya berjalan dengan ujung kaki menghadap keluar) juga berisiko tinggi.
• Kelemahan Ligamen (Laxity): Beberapa orang memiliki ligamen yang secara alami sangat lentur.
Pilihan Pengobatan
Pengobatan ditentukan berdasarkan apakah ini kejadian pertama atau sudah berulang:
1. Penanganan Awal:
Penggunaan penyangga (brace), tongkat kruk dan program rehabilitasi bertahap.
Fokus pada penguatan otot, terutama bagi mereka yang memiliki ligamen lentur.
Biasanya bisa kembali berolahraga dalam 3-4 bulan.
2. Penanganan Dislokasi Berulang:
Jika dislokasi terus terjadi, operasi diperlukan untuk mencegah kerusakan tulang rawan. Prosedur yang dilakukan tergantung pada penyebab anatominya:
• Rekonstruksi MPFL: Memperbaiki ligamen sisi dalam lutut melalui sayatan kecil (mini open procedure).
• Distal Femur Osteotomy (DFO): Mengoreksi kesejajaran tulang bagi mereka yang memiliki kondisi kaki X.
• Trochleoplasty: Membuat ulang alur "V" pada tulang jika bentuk aslinya terlalu datar.
• Tibial Tuberosity Transfer: Menggeser titik perlekatan tendon ke posisi tengah yang lebih stabil.
Masa Pemulihan Pasca Operasi
1. Aktivitas Normal/Kantor: Bisa dimulai dalam waktu 1 minggu (tidak perlu tirah baring total).
2. Berjalan Normal: Biasanya setelah 4-6 minggu.
3. Kembali Berolahraga: Umumnya memakan waktu sekitar 4 bulan setelah operasi.
terima kasih spread awareness nya!
BalasHapussangat bermanfaat sekali
BalasHapus