Mengenal Cedera Lutut Fraktur Patella: Gejala dan Pengobatannya
Fraktur patella adalah peristiwa cedera patah tulang tempurung lutut yang terjadi akibat benturan. Kasus ini umum terjadi akibat kecelakaan saat berkendara ataupun terjatuh.
Kondisi ini dapat menyebabkan cedera lutut serius sehingga diperlukan penanganan khusus untuk mengatasinya.
Apa Itu Fraktur Patella?
Fraktur tempurung lutut (patela) adalah kondisi patahnya tulang yang terletak di bagian depan sendi lutut. Tempurung lutut memiliki peran vital yaitu sebagai titik pertemuan tulang paha (femur) dan tulang kering (tibia) yang berfungsi sebagai pelindung sendi lutut.
Sayangnya tempurung rentan mengalami cedera bahkan patah saat terjadinya benturan langsung pada lutut, kondisi ini disebut dengan patah tulang tempurung kaki.
Patah tulang tempurung kaki dapat menyebabkan trauma lutut yang ditandai dengan timbulnya nyeri, sendi kaku sehingga kaki tidak dapat diluruskan atau dibengkokkan.
Penanganan yang tidak tepat pada cedera jenis ini dapat membuat lutut mengalami peradangan dan nyeri sendi lutut kronis.
Penyebab Fraktur Patella
Patah tempurung lutut kaki atau fraktur patella dapat terjadi karena dua kondisi, yakni fraktur akibat benturan langsung dan akibat kontraksi ekstrinsik secara tidak langsung pada tulang patella.
1. Benturan Langsung
Benturan langsung pada lutut dapat menekan langsung bagian tempurung yang melindunginya sehingga dapat menimbulkan cedera hingga patah atau fraktur patella.
Kasus fraktur patella umum ditemukan akibat benturan langsung dimana salah satu yang paling sering terjadi adalah cedera lutut akibat kecelakaan terjatuh atau terkena benturan benda keras seperti tongkat, bola atau pemukul.
Selain benturan benda tumpul, fraktur patella dapat terjadi karena tembakan senjata api yang mengenai bagian lutut.
2. Kontraksi Ekstrinsik secara Tidak Langsung
Sementara itu, kontraksi otot paha depan (otot quadriceps) secara tiba-tiba dan cukup kuat dapat menyebabkan tulang patella gagal menahan tekanannya sehingga tulang tempurung lutut patah atau mengalami fraktur.
Ini biasanya terjadi saat otot mengalami pemanjangan, biasanya terjadi karena gerakan olahraga intensitas tinggi yang menggunakan lutut sebagai penumpunya.
Gejala Fraktur Patella
Fraktur Patella dapat dengan mudah dikenali, terlebih jika sebelumnya Anda mengalami benturan hebat pada lutut. Adapun gejala yang patut diperhatikan dari kondisi ini adalah sebagai berikut:
1. Nyeri di sekitar tempurung lutut atau tepat pada bagian lutut.
2. Memar pada area lutut.
3. Terjadi pembengkakan yang dapat semakin parah meski fraktur yang dialami hanyalah fraktur minor.
4. Lutut kaku dan tidak dapat ditekuk ataupun diluruskan.
5. Perubahan bentuk pada tempurung lutut.
6. Tulang menonjol pada kasus open
patellar fracture.
7. Kaki tidak dapat menahan beban, bahkan tidak mampu berdiri bahkan berjalan.
Cara Mengobati Fraktur Patella
Tindakan Medis untuk pasien fraktur patella akan disesuaikan dengan karakteristik patahnya tulang patella, tingkat keparahan, kondisi medis dan faktor lainnya.
Berikut beberapa opsi tindakan medis yang dapat diterapkan untuk mengobati Fraktur Patella:
1. Tindakan Urgent
Tindakan urgent dimaksudkan sebagai pertolongan pertama saat terjadi Fraktur Patella. Patahnya tempurung lutut umumnya disertai dengan pendarahan hebat pada sendi.
Karenanya, perlu dilakukan drainase darah dan cairan dari sendi untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit serta mempermudah diagnosa selanjutnya.
2. Tindakan Non Bedah
Pada kasus yang tidak terlalu parah, dokter akan menyarankan tindakan non bedah atau penanganan patah tulang lutut tanpa operasi jika patah tulang tempurung kaki hanya mengalami pergeseran yang sangat minim. Atau jika pasien memiliki kondisi medis tertentu dan beresiko tinggi jika menjalankan prosedur bedah.
Umumnya pada tindakan non bedah, dokter akan meresepkan obat pereda nyeri dan memasang alat untuk meminimalisir gerakan seperti:
• Plaster cast untuk lutut.
• Penyangga lutut ataupun bidai.
3. Tindakan Bedah
Intervensi bedah lutut diperlukan jika fraktur yang dialami tidak stabil dan mengalami pergeseran yang cukup signifikan.
Tindakan bedah kerap menjadi solusi dari fraktur tulang tempurung kaki, sebab fraktur yang parah dapat menyebabkan cedera lutut yang serius.
Secara umum tindakan pembedahan yang biasa dilakukan adalah Open Reduction and Internal Fixation (ORIF), partial patellectomy, maupun total patellectomy.
• Open Reduction and Internal Fixation (ORIF)
ORIF merupakan teknik penyambungan kembali tulang dengan cara menyatukan tulang menggunakan pelat logam, pin, atau sekrup.
• Patallectomy
Tindakan pengangkatan tulang lutut karena tempurung lutut rusak parah sehingga tidak dapat dipertahankan. Sayangnya, tindakan ini dapat menyebabkan instabilitas sendi lutut dan penurunan fungsi pada bagian tubuh tersebut tersebut.
Namun jika tidak ada pilihan lain, prosedur patellectomy tetap harus dilakukan untuk menghindari komplikasi akibat patah tulang tempurung kaki.
4. Fisioterapi
Terapi fisik sangat direkomendasikan baik itu bagi pasien yang mendapatkan tindakan bedah dan non bedah. Fisioterapi dapat membantu pemulihan mobilitas lutut sehingga lutut dapat bergerak normal seperti semula.
bagus
BalasHapusWOW!! bermanfaat sekali!
BalasHapussmart banget
BalasHapus